8 Tips Memilih Perawat Lansia dengan Demensia

8 Tips Memilih Perawat Lansia dengan Demensia

Banyak kasus orang tua yang berada di kota-kota kecil di daerah, tinggal sendiri di rumah, karena anak-anaknya pergi merantau ke kota besar –sebut saja Jakarta-- dan kemudian menetap di sana. Orang tua (selanjutnya mari kita sebut ‘Lansia’ alias lanjut usia) ini pun tinggal sendiri. Ada yang masih berpasangan, namun banyak juga yang pasangannya berpulang terlebih dahulu.

Masalah akan muncul jika Lansia jatuh sakit, sementara tidak ada saudara yang tinggal di dekatnya. Masalah kian bertambah runyam ketika diketahui si Lansia menderita Demensia atau penyakit Alzheimer. Kondisi-kondisi yang biasa kita sebut ‘Pikun’ ini umumnya menyerang orang berusia lanjut, rata-rata di atas 60 tahun. Fungsi kognitif otaknya menurun, sehingga berdampak pada gangguan dalam berkomunikasi dan minat terhadap aktivitas sosialnya sehari-hari.

Jika ada salah satu anak yang mendampingi si Lansia penderita Demensia, tidak semua dari mereka bisa memahami cara penanganan penyakit ini. Selain itu, alasan kesibukan menjadikan mereka tidak memiliki waktu untuk merawat dan mendampingi Lansia penderita Demensia ini dengan baik.

Mutlak, keluarga ini butuh bantuan seorang careworker, caretaker, caregiver, atau istilah lainnya untuk seorang profesional yang bekerja merawat Lansia. Banyak yang menawarkan jasa perawat Lansia, namun untuk merawat Lansia penderita Demensia tidak bisa sembarangan. Perawat Lansia Demensia perlu syarat-syarat tertentu. 

Berikut ini tips dari Maidium untuk memilih perawat yang tepat dan syarat-syarat yang harus dimiliki untuk merawat Lansia dengan Demensia.

 

  1. Cepat beradaptasi
    Perawat Lansia harus mampu melakukan adaptasi secara cepat. Adaptasi di sini meliputi mengenal pribadi si Lansia, karakter yang dimilikinya, hal-hal apa saja yang dibutuhkannya, dan termasuk hal-hal yang tidak disukainya. Selain itu perawat juga perlu mengenal keluarga terdekat serta lingkungan di sekitarnya. Pilihlah perawat yang memiliki sifat ini.


    Perawat Lansia Demensia Adaptasi

  2. Mampu berkomunikasi dengan baik
    Selain beradaptasi dengan cepat, perawat Lansia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Bisa menyampaikan pesan dengan jelas. Bisa melontarkan sebuah pertanyaan sederhana yang mampu memperoleh jawabannya dengan jelas pula. Gaya komunikasinya bisa disesuaikan dan paling tepat. Ini penting agar perawat dapat mengambil hati orang yang dirawatnya. Lansia pun akan menganggapnya sebagai teman berbagi.

  3. Mampu menyerap informasi dan menceritakannya kembali
    Masih berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, perawat Lansia penderita Demensia haruslah memiliki kemampuan story-telling. Perawat harus mampu merekam dengan baik dan menyerap informasi berupa cerita-cerita masa lalu si Lansia. Dibutuhkan kerjasama dengan pihak keluarga Lansia. Cerita yang dipilih pun yang baik-baik saja. Setelah itu, perawat harus menceritakan kembali kenangan-kenangan indah tersebut di depan Lansia.

    Lansia Demensia mungkin saja sering lupa dengan kejadian yang baru terjadi 30 menit yang lalu, namun mereka dapat mengingat dengan jelas peristiwa 30 tahun lalu. Kegiatan mengingat masa lalu ini akan membuat Lansia senang. Inilah yang akan memenangkan hati mereka.


    Perawat Lansia Demensia Story Teller

  4. Sabar sebagai sifat dasar
    Ini mutlak dimiliki sebagai syarat perawat Lansia, terlebih dengan derita Demensia. Sifat-sifat Lansia seolah akan kembali seperti kanak-kanak. Hal yang berpotensi membuat perawatnya stress adalah mengulang-ulang pertanyaan yang sama, padahal sudah dijelaskan. Atau sebaliknya: sangat lama dalam menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh perawat. Di kesempatan lain, perawat harus menghadapi kondisi di mana Lansia ngambek atau marah. Dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam setiap aktivitas saat menangani Lansia. Pilih perawat yang memiliki sifat dasar ini.


    Perawat Lansia Demensia Sabar

  5. Memiliki empati tinggi
    Sabar saja tidak cukup. Perawat Lansia juga harus memiliki empati yang tinggi. Lansia, terlebih dengan Demensia, mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi dibandingkan orang yang beberapa puluh tahun lebih muda. Mereka mudah baper alias gampang bawa-bawa perasaan. Mereka ingin dimengerti, mereka ingin diihormati. Untuk itulah dibutuhkan perawat yang mampu menunjukkan rasa empatinya.

  6. Mendorong Lansia agar mandiri
    Perawat Lansia yang benar dan profesional, harus mampu secara perlahan memotivasi dan memberikan dorongan-dorongan kepada Lansia untuk dapat melakukan segala sesuatunya sendiri. Perawat tidak dibenarkan memanjakan dan membiarkan Lansia terus-menerus bergantung kepada orang lain. 

    Sikap ini bukanlah sebuah bumerang yang mengakibatkan perawat tidak akan dibutuhkan lagi setelah Lansia merasa mandiri, namun justru Lansia akan menghargai perawat karena kepercayaan dirinya dapat dihadirkan kembali.


    Perawat Lansia Demensia Dorong Mandiri

  7. Memiliki rasa humor
    Humor seringkali bisa menjadi senjata ampuh dalam hal mencairkan suasana kaku dan membosankan. Humor juga seketika bisa menghadirkan keakraban satu sama lain. Lansia dengan Demensia cenderung senang jika diajak tertawa. Jadi Anda harus memilih perawat Lansia yang secara alami memiliki selera humor yang cukup baik demi memberikan suasana nyaman ke Lansia.


    Perawat Lansia Demensia Rasa Humor

  8. Tips khusus: Libatkan Lansia dalam memilih
    Jika memungkinkan, cara ini bisa ditempuh. Ya, libatkan Lansia dalam melakuan pemilihan calon perawatnya. Mengapa ini perlu dipertimbangkan? Beberapa kasus, Lansia menolak perawat yang sudah disediakan dan siap bekerja untuk menjaganya. Padahal si perawat sudah lulus semua test dan memenuhi semua persyaratan.

    Alasan penolakannya bisa bermancam-macam, antara lain: Lansia merasa tidak butuh bantuan penjaga, karena selama ini merasa sudah terbiasa melakukan sendiri segala hal. Atau adanya kekhawatiran menjadi terbatasi dalam berkegiatan jika menggunakan perawat.


    Perawat Lansia Demensia Libatkan


Anda yang mengalami kasus serupa, dan memerlukan kehadiran seorang perawat untuk mendampingi orangtua Anda di rumah, tentu cukup berat membayangkan proses-proses pencariannya. Ya, mendapatkan orang yang tepat dan memenuhi syarat-syarat tersebut tentu saja susah. 

Untuk Anda yang ingin kepraktisan dan kepastian, Anda dapat mengandalkan Maidium, sebuah platform penyedia tenaga perawat Lansia profesional dan terlatih. Semua calon pekerja sudah melalui proses seleksi dan lulus uji, meliputi kompetensi, kesehatan, hingga perizinan. Melalui platform ini pun Anda dapat melakukan interview terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambilnya.

Prosesnya cukup sederhana dan transparan. Setelah mendaftar di Maidium.id, Anda bisa langsung memilih perawat yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Survei oleh tim Maidium akan dilakukan sebelum terjadi kesepakatan, dan perawat Lansia akan diantar ke rumah Anda. Fungsi Maidium tidak berhenti sampai di sini. Kinerja perawat akan selalu dipantau selama kontrak kerja berjalan, hingga akan diganti yang baru jika ternyata kinerjanya mengecewakan. Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan layanan total dari Maidium. Tunggu apa lagi?

Share this Post:

Artikel Terkait