Pembantu Infal, Tren Andalan Rumah Tangga di Bulan Syawal

Pembantu Infal, Tren Andalan Rumah Tangga di Bulan Syawal

Sudah menjadi tradisi umum di Indonesia bahwa momen Lebaran selalu identik dengan kegiatan mudik alias pulang kampung. Para penduduk pendatang di kota-kota besar memanfaatkan hari raya tersebut untuk pulang ke kampung halaman masing-masing menemui orangtua dan sanak keluarga untuk saling bermaaf-maafan. Termasuk para pembantu atau asisten rumah tangga yang juga mudik Lebaran.

Akibatnya, keluarga-keluarga tempat mereka bekerja (baca: majikan) pun akan dibuat kerepotan mengurusi pekerjaan sehari-hari yang ditinggal sang petugas. Sejumlah rumah tangga pun dengan “terpaksa” bahu-membahu mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk. Baju kotor menggunung, persediaan piring-gelas bersih habis karena belum dicuci, kamar berantakan, lantai kotor, dan perabotan berdebu. Belum lagi harus boros beli makanan karena tidak memasak sendiri.

Saat-saat seperti ini biasanya banyak bermunculan keluhan-keluhan dalam bentuk cuitan di Twitter, postingan di Facebook, atau status-status di BBM, Whatsapp, dan sarana ‘pamer’ lainnya. “Nginem time!”, “Si mbak mudik nggak balik-balik”, “Melantai dulu, guys..”, dan masih banyak lagi.

Pembantu Infal

 

Itulah gambaran suasana mayoritas rumah tangga di kota besar Indonesia, terutama Jakarta, pada bulan Syawal. Para asisten rumah tangga belum juga kembali dari kegiatan mudik. Tiba-tiba saja sosok mereka begitu dirindukan. Bahkan tak jarang pada akhirnya si pembantu tidak bisa kembali bekerja karena didesak menikah oleh keluarganya. Jedarr!

Di kondisi ini terasa sekali peran penting para pekerja rumah tangga tersebut. Selama ditinggal pembantu mudik, sejumlah rumah tangga pun berinisiatif mencari pembantu sementara dengan cara berburu ke kampung-kampung terdekat, namun upaya tersebut tidak selalu membuahkan hasil. Dari tahun ke tahun, demand tidak berbanding lurus dengan supply. Kebutuhan banyak, namun persediaannya sangat terbatas. Sejumlah yayasan, agen, dan penyalur tenaga pembantu sementara pun bermunculan menawarkan solusi.

Maka muncullah istilah “Pembantu Infal” untuk menyebutkan pembantu yang secara khusus dipekerjakan saat musim mudik, terutama pada momen Lebaran. Pembantu infal ini biasanya bekerja dengan rentang waktu sekitar 1-2 minggu untuk menggantikan peran pembantu tetap yang sedang pulang kampung. Makanya kadang mereka disebut juga sebagai pembantu musiman.

Pembantu Infal

 

Kata “infal” sendiri sebenarnya belum secara resmi menjadi Bahasa Indonesia, karena belum terdata di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata ini merupakan serapan dari Bahasa Belanda, yaitu “Invallen” (kata kerja) dan “Invaller” (kata benda/pelaku), yang memiliki pengertian sebagai menggantikan sementara posisi orang lain. Belum lagi penggunaan huruf “f” (infal) atau “v” (inval) juga masih menjadi perdebatan.  

Untuk sementara kita abaikan saja penggunaan kata mana yang tepat, karena yang lebih penting adalah kita harus tepat dalam memilih pembantu infal yang akan kita ambil. Mengapa ini penting, karena selain sejumlah yayasan, agen, dan penyalur yang bermunculan menawarkan solusi, ternyata individu-individu yang biasanya berasal dari kampung-kampung yang terletak di sekitar perumahan-perumahan pun mulai bergerilya melirik peluang usaha ini.

Nah, untuk meminimalisasi potensi adanya masalah-masalah yang tidak kita inginkan di kemudian hari, setidaknya kita harus memahami 2 hal sebelum memutuskan mengambil tenaga pembantu infal. Apa itu? Yang pertama berkaitan dengan biaya, dan yang kedua tentang pembantu infal yang kita pilih.

Kita bahas yang pertama. Kita harus memahami aturan main paling mendasar yang berlaku, yaitu berkaitan dengan biaya atau harga jasa pembantu infal. Kita harus menyadari bahwa harga jasa pembantu infal lebih tinggi ketimbang pembantu biasa. Ya, penyebab melambungnya harga mereka tentu saja karena tingkat kebutuhan atau permintaan terhadap mereka yang tinggi, dan juga momentum. Bayangkan, mereka rela untuk tidak pulang kampung berlebaran demi membantu kita. Jadi, anggap saja mereka kerja lembur untuk kita.

Yayasan, agen, penyalur, dan individu penyedia jasa pembantu infal biasanya mengenakan tarif harian untuk tenaga mereka. Ada juga yang menawarkan harga paket yang mungkin saja lebih hemat, seperti paket kerja selama 1 minggu, 10 hari, atau 2 minggu. Rata-rata harga harian jasa ini berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 250.000.

Jangan lupa, harga pembantu untuk pekerjaan bersih-bersih rumah dan memasak tentu saja berbeda dengan pembantu yang khusus mengurusi anak (babysitter) dan pembantu yang merawat lansia. Perbedaannya adalah pada tingkat kesulitan pekerjaan, risiko, dan tanggung jawab.

Pembantu Infal 

Selain itu hal kedua, yaitu kita harus pintar memilih pembantu infal yang akan kita pekerjakan. Banyak kasus yang terjadi biasanya berujung pada kekecewaan di pihak pengguna jasa alias sang majikan. Butuh ya butuh, tapi kita tetap harus selektif. Sebelum memutuskan mengambil mereka, setidaknya kita harus tahu terlebih dahulu asal-usul, tempat tinggal, pengalaman, dan riwayat pekerjaannya.

Sebagaimana di Maidium, sebelum ditawarkan ke para pengguna jasa, para calon pekerja sudah melewati seleksi yang ketat. Mereka harus lolos tes kesehatan, tes kepribadian, dan tentu saja tes ketrampilan. Mereka juga harus memiliki dokumen lengkap (KTP, KK, dan SKCK), serta memiliki izin dari pihak keluarga. Selain itu, kita dapat melakukan wawancara online terlebih dahulu sebelum memutuskan mengambil. Jadi, tidak beli kucing dalam karung.

Hal terakhir yang dapat memantapkan pertimbangan kita mengapa perlu mencoba menemukan pembantu di Maidium adalah karena Maidium itu beda. Para pekerja rumah tangga merupakan partner kerja bagi Maidium. Ada kontrak perjanjian antara Maidium dan pekerja, antara Maidium dan majikan, dan antara pekerja dan majikan. Maidium tidak hanya menyalurkan dan melepas pekerja, melainkan melakukan monitoring secara berkala, sebagaimana pekerja outsource.

Maidium bukanlah spesialis penyedia tenaga outsourcing pembantu infal, melainkan tetap yang siap bekerja selama musim mudik Lebaran sebagaimana pembantu infal. Hal ini tentu akan memberikan ketenangan kepada pihak majikan pada saat menjelang, selama, dan setelah liburan Lebaran.

 

Gambar dari berbagai sumber.

Share this Post:

Artikel Terkait